Banten 14/04/2026– Dalam upaya memperkuat sistem keselamatan wisata dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata, Balawista Nasional mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk segera membentuk Pusat Krisis Pariwisata Provinsi sebagai garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat di destinasi wisata.

Ketua Umum Balawista Nasional Ade Ervin SH,.MH menegaskan bahwa tingginya mobilitas wisatawan, khususnya pada musim libur  berbanding lurus dengan potensi risiko kecelakaan dan insiden di kawasan wisata, terutama wisata tirta (sebagai contoh sejak januari hingga april 2026 tercatat 8 wisatawan tenggelam dan meninggal dunia dan  sebanyak 297 wisatawan mengalami kecelakaan di sejumlah destinasi wisata di provinsi banten) , termasuk tenggelam dan kecelakaan lalulintas, dan ini termasuk menjadi catatan korban terbanyak selama lima tahun terakhir di  industri pariwisata provinsi banten, . Oleh karena itu, diperlukan sistem terpadu yang mampu merespons cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Pusat krisis pariwisata ini bukan hanya soal penanganan kejadian, tetapi juga bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi wisatawan dan menjaga citra pariwisata daerah,” tegasnya.

Balawista menilai bahwa pembentukan pusat krisis akan menjadi langkah strategis dalam menyatukan berbagai unsur, mulai dari tim penyelamat, tenaga medis, aparat keamanan, hingga pengelola destinasi dalam satu sistem komando terpadu. Dengan demikian, setiap kejadian dapat ditangani secara profesional dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, keberadaan pusat krisis juga diharapkan mampu menjadi pusat data dan informasi, edukasi keselamatan wisata, serta pengambilan keputusan berbasis situasi darurat secara real time.

Balawista Nasional menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Pemerintah Provinsi Banten, baik dari sisi sumber daya manusia, pelatihan, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan wisata.

“Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Banten tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga aman dan siap menghadapi segala potensi risiko,” lanjutnya.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, aman, dan berkelas dunia. Dengan sinergi antara Balawista dan pemerintah daerah, diharapkan Provinsi Banten dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan keselamatan wisata yang profesional dan terintegrasi.