Pangandaran 28/04/06 — Dalam upaya memperkuat standar keselamatan wisata tirta di Indonesia, Balawista Nasional menjalin kolaborasi strategis bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menyelenggarakan kegiatan sertifikasi bagi para petugas Balawista di Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas lifeguard sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan wisatawan, khususnya di destinasi pantai yang memiliki tingkat risiko tinggi. Sertifikasi dilaksanakan melalui serangkaian uji kompetensi yang mencakup kemampuan penyelamatan di air, pertolongan pertama, hingga manajemen risiko wisata tirta.

Ketua umum Balawista Nasional  Ade Ervin SH,MH  menyampaikan bahwakegiatan kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berstandar internasional. “Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Melalui sertifikasi ini, kami memastikan setiap personel Balawista memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional,” ujarnya.

Pangandaran dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan wisata pantai di Indonesia yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Tingginya aktivitas wisata air menuntut kesiapsiagaan petugas yang tidak hanya sigap, tetapi juga tersertifikasi secara resmi.

Perwakilan dari Kemenpar juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Sertifikasi profesi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap keamanan destinasi wisata.

Sementara itu, Ani Savitri sebagai ketua dewan pengarah  LSP Parnasa Pariwisata Flores memastikan bahwa proses sertifikasi dilakukan secara objektif, transparan, dan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Para peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat resmi yang diakui secara nasional.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan keselamatan di Pangandaran, tetapi juga menjadi model percontohan bagi daerah wisata lainnya di Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid antara Balawista, pemerintah, dan lembaga sertifikasi, masa depan pariwisata Indonesia diharapkan semakin aman, profesional, dan berdaya saing global.