Libur Nataru 2020-2021 ini memang menjadi perhatian bersama, dikala situasi global sedang dalam masa pandemi, yang mengakibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan pembatasan berskala besar di beberapa daerah, namun kondisi itu tak menjadikan kendala bagi balawista untuk tetap menerjunkan para anggotanya bertugas memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

Seperti disampaikan ketua umum Balawista nasional beberapa waktu lalu bahwa balawista tetap bersiaga di beberapa daerah yang memiliki potensi tinggi tetap dikunjungi wisatawan seperti jawa barat, banten, lampung, sulawesi, riau dan beberapa daerah lain nya, ditemui para wartawan di kantor balawista nasional jl raya carita km 10 pandeglang banten ketua balawista nasional menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan siaga wisata nataru di beberapa daerah sejak tanggal 24/12/20 sampai saat ini 01/01/21 berjalan dengan baik, mulai pemantauan pelaksanaan protokol CHSE bagi para pengelola objek wisata, hingga pemantauan jumlah kunjungan wisatawan, namun terjadi dua insiden korban hilang dan meninggal dunia dikabupaten pandeglang dan lebak pada tanggal 31/12/20 dan tanggal 01/01/21.

Disampaikan ketua Umum Balawista Nasional bahwa kedua korban tersebut melakukan aktifitas bukan dikawasan wisata yang legal atau semestinya wisatawan melakukan aktifitas wisata melainkan mereka berenang dikawasan pantai liar seperti pantai laba dikecamatan labuan pandeglang dan pantai cibobos kecamatan cihara kabupaten lebak, satu di Kecamatan labuan sudah ditemukan beberapa jam setelah kejadian kemarin sore dan satu di kabupaten lebak sedang dalam pencarian team SAR termasuk anggota Balawista Lebak dilapangan ungkapnya.

Add Your Comment